9 Istilah Digital Marketing Wajib Diketahui Pebisnis

Memasuki dunia bisnis di era digital, seseorang akan sering mendengar berbagai istilah seputar digital marketing. Istilah-istilah ini terkadang terdengar asing dan membingungkan. Namun, memahami istilah-istilah ini sangat penting agar bisa mengoptimalkan strategi pemasaran dan membuat bisnis berkembang.

Berikut adalah sembilan istilah kunci dalam digital marketing yang wajib diketahui:

SEO (Search Engine Optimization)

SEO adalah proses mengoptimalkan website agar mendapatkan peringkat teratas di hasil pencarian organik (non-iklan) di mesin pencari seperti Google. Semakin tinggi peringkat website, semakin besar kemungkinan orang akan mengklik dan mengunjungi website. Tujuannya adalah untuk meningkatkan traffic atau jumlah pengunjung ke website secara organik, tanpa iklan atau berbayar. Contoh: Jika kamu punya toko online yang menjual jasa pembuatan situs web, dengan melakukan SEO, situsmu bisa muncul di halaman pertama Google saat orang mencari “jasa pembuatan situs web murah”.

SEM (Search Engine Marketing)

SEM adalah strategi pemasaran digital yang bertujuan untuk meningkatkan visibilitas sebuah website di halaman hasil mesin pencari melalui iklan berbayar. Salah satu platform yang paling umum digunakan adalah Google Ads. Perbedaan utama dengan SEO adalah, hasil dari SEM biasanya ditandai dengan label “Iklan” atau “Ads”. Ini adalah cara cepat untuk mendapatkan visibilitas dan traffic, namun membutuhkan biaya.

PPC (Pay-Per-Click)

PPC adalah model iklan di mana pengiklan akan membayar setiap kali iklan di-klik oleh pengguna. Model ini paling sering digunakan dalam SEM. Jadi, pengiklan hanya akan membayar sejumlah uang jika ada pengguna yang benar-benar meng klik iklan dan mengunjungi website.

CPC (Cost Per Click)

CPC adalah biaya yang harus dibayar untuk setiap klik yang didapat dari iklan. Ini adalah metrik penting dalam model PPC karena menunjukkan efisiensi pengeluaran. Menghitung CPC akan membantu menentukan apakah iklan sudah efektif atau perlu diubah strateginya.

KPI (Key Performance Indicator)

KPI adalah metrik atau indikator yang digunakan untuk mengukur seberapa efektif kampanye digital marketing yang dijalankan dalam mencapai tujuan bisnis. KPI bisa bermacam-macam, tergantung pada tujuannya. Contoh: Jika tujuannya meningkatkan penjualan, maka KPI-nya bisa berupa jumlah konversi penjualan. Jika tujuannya meningkatkan brand awareness, KPI-nya bisa berupa jumlah jangkauan (reach) atau impresi.

ROI (Return on Investment)

ROI adalah rasio yang mengukur profitabilitas dari investasi yang dilakukan. Dalam digital marketing, ROI digunakan untuk mengukur seberapa besar keuntungan yang didapat dibandingkan dengan biaya yang sudah dikeluarkan untuk kampanye.

Rumus sederhananya: ((Pendapatan−Biaya Kampanye)/Biaya Kampanye) x 100%. 

CTR (Click-Through Rate)

CTR adalah persentase jumlah klik yang didapat oleh iklan atau link dibagi dengan jumlah tayangnya (impresi). CTR yang tinggi menunjukkan bahwa iklan atau link tersebut sangat relevan dan menarik bagi audiens.

 Rumus sederhananya: (Jumlah Klik/Jumlah Impresi) x 100%. 

Call-to-Action (CTA)

CTA adalah instruksi atau ajakan yang jelas dan singkat untuk mendorong audiens agar melakukan tindakan tertentu. CTA biasanya berbentuk tombol atau tautan dengan teks seperti “Beli Sekarang”, “Daftar di Sini”, “Konsultasi Gratis”, atau “Hubungi Kami”. CTA sangat penting karena mengarahkan audiens untuk melakukan langkah selanjutnya yang diinginkan.

Landing Page

Landing Page adalah halaman khusus di sebuah website yang dirancang untuk menerima pengunjung dari kampanye digital marketing. Halaman ini memiliki satu tujuan utama, yaitu membuat pengunjung melakukan CTA yang diinginkan, seperti mengisi formulir, membeli produk, atau mengunduh sesuatu. Landing Page biasanya tidak memiliki banyak tautan agar pengunjung fokus pada satu tujuan saja.

Memahami istilah-istilah di atas adalah langkah awal yang sangat baik untuk terjun ke dunia digital marketing. Dengan menguasai konsep dasarnya, siapa pun bisa merencanakan strategi yang lebih efektif dan mengarahkan bisnis menuju kesuksesan.

Oleh : Nagita Devina

Facebook
Twitter
LinkedIn

Artikel Lainnya